Pemakaian helm motor yang benar tak sekadar asal masuk di kepala. Sekalipun kepala sudah terlindungi, namun kalau longgar akan sangat berbahaya. Agar tidak sampai goyang-goyang, ada beberapa bagian dari kepala yang harus pas dengan helm.
Kemudian, helm itu sendiri punya ukuran yang kodenya sama seperti di baju. Semisal, untuk ukuran S bila dikonversi ke angka jatuhnya 13 1/2. Hanya, di helm tidak ada ukuran all size.
Bagian kepala melekat rapat
Pada helm terdapat label ukuran mulai dari XS, S, M, L, XL, dan XXL. Huruf-huruf tersebut bukan menandakan besarnya benda pelindung kepala itu, melainkan lingkar rongga helm yang disesuaikan dengan lingkar kepala si pemakai.
Ukuran "S" direkomendasi untuk yang mempunyai lingkar kepala 56-57 cm, sedangkan "M" = 58 cm, "L" = 59-60 cm, "XL" = 61-62 cm, dan "XXL" = 62-64 cm. "Sejumlah produk di berbagai negara, ada yang beda tapi sedikit. Seperti 'S' ada juga yang 59 cm dan 'L' ada yang 61 cm," ungkap Hendry Tejakusuma, Direktur PT Dinaheti Motor Industri (DMI), produsen helm MDS dan KYT.
Menurut Hendry, pemakaian helm motor dengan ukuran yang benar bisa dilihat dari beberapa indikasi. Pertama, katanya semua permukaan melekat rapat di kepala, tetapi tidak sampai terasa sakit atau dipaksa masuk. Kemudian, tidak terlalu menekan, juga jangan terlalu longgar.
Ketika kepala masuk, pipi sedikit seperti tertekan (jangan sampai menggangu konsentrasi). Setelah itu, coba dorong ke kiri dan kanan, jika bergesernya dengan mudah berarti ukurannya kebesaran. Satu lagi, coba dorong helm (pakai jempol dari bawah dagu) dan tarik. Jika goyangannya lebih dari 45 derajat, berarti ukurannya terlalu besar alias longgar.
Terakhir, rasakan pandangan mata. Gerakkan mata ke kiri dan kanan, jika ada yang mengganggu, itu menandakan bahwa ukurannya kebesaran.
Nah berikut informasi yang bisa saya berikan kepada Anda semoga bermanfaat untuk Anda.
Tampilkan postingan dengan label helm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label helm. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 Maret 2012
Helm Arai - Helm Terbaik di Indonesia
Sering berkendara motor tapi belum punya helm? Disini saya mau nge-share helm yang pantas untuk anda bawa Nama besar sebagai produsen helm motor terbaik, terus dijaga Arai. Pemasok helm asal Jepang tersebut menjadi yang terbaik di negara Indonesia dengan riset yang dilakukan J.D. Power and Associates, untuk mengukur kepuasan pelanggan dalam 13 tahun terakhir.
Arai mencatat skor rata-rata keseluruhan 852. JD Power and Associates memberikan angka 1.000 poin dari 11 kategori yang diteliti.
Unsur yang dinilai tersebut adalah kedapnya helm, ventilasi helm, anti embun di kaca helm, kekuatan kaca helm melawan angin, kaca antigores, kemudahan mengganti busa dan kaca, batok helm yang tahan gores, warna dan grafis, berat, kemudahan tali pengikat, dan kenyamanan saat digunakan.
Berdasarkan penelitian, Arai juga masih menjadi incaran utama konsumen di Amerika Serikat. Untuk urutan kedua ditempati oleh Icon yang dianggap baik dalam segi desain dan grafis. Sementara merk Shoei turun ke posisi tiga.
Selain itu, tahun ini kecenderungan pembelian helm motor online naik 23 persen, dimana sebelumnya hanya 20 persen.
Tips Memilih Helm Motor Dengan Tepat
Bagi pengendara motor, menggunakan helm merupakan sebuah kewajiban demi keselamatan, terutama kepala Anda. Hal ini sesuai dengan UU Lalu Lintas No.22 tahun 2009, yang berisikan helm adalah perangkat wajib yang harus menyertai pengendara sepeda motor saat berkendara di jalan raya.
Jika tidak menggunakan helm, maka sesuai pasal yang ada di UU tersebut sanksinya bisa dikurung satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,-. Mendapat denda yang besar tentu sangat tidak mengenakkan. Karena itu, jangan lupa untuk selalu mengenakan helm ketika bepergian dengan sepeda motor.
Di Indonesia ada dua jenis helm motor yang beredar, pertama helm full-face. Untuk helm jenis ini perlindungan yang diberikan adalah seluruh bagian kepala, dari mulai permukaan wajah, seluruh bagian kepala belakang hingga dagu. Helm full-face tidak memberikan proteksi optimal terhadap leher.
Kedua, helm half-face (3/4). Perlindungan yang diberikan helm jenis ini adalah hampir sama dengan helm full-face, namun tidak memberikan proteksi maksimal untuk bagian wajah dan dagu. Jika menggunakan helm jenis ini, sebaiknya menggunakan goggles atau kacamata jika helm tersebut tidak dilengkapi kaca pelindung demi menjaga keselamatan Anda lebih nyaman.
Memiliki helm full-face atau half-face tergantung selera. Namun, yang terpenting bahan dari kedua jenis helm tersebut sudah memenuhi standar safety riding.
Nah berikut Tips Memilih Helm Motor Dengan Tepat, sehingga hati Anda merasa nyaman dan tidak kecewa setelah membelinya :
- Pilihlah helm yang telah berlabel stiker DOT, artinya helm tersebut telah memenuhi Safety Test Standard yang dilakukan oleh suatu lembaga resmi untuk pengujian Helm.
- Jangan menggunakan helm ‘cetok’, karena helm seperti ini tidak akan dapat melindungi kepala pada saat terjadi kecelakaan.
- Jika helm tersebut dilengkapi kaca, maka pilihlah kaca pelindung helm yang dapat melindungi mata, serta dapat memberikan keleluasaan dalam pandangan.
- Baiknya memilih helm yang mempunyai kaca pelindung transparan (tidak berwarna hitam), karena sangat berbahaya bila digunakan pada saat malam hari.
- Agar saat digunakan nyaman, maka pilihlah helm yang sesuai dengan ukuran kepala.
- Pilihlah helm yang berventilasi dan sejuk. Ini diperlukan agar kepala pengguna tidak panas saat mengenakannya di siang hari bolong.
- Jangan menggunakan helm yang pernah terbentur. Karena helm tersebut tidak memiliki perlindungan yang optimal.
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)
